Puisi Rasa

Bismillah..

sudah 3 entry saya taip namun semuanya menjadi penghuni draft sahaja, entah apa yang tidak kena, entrynya pasti tidak ada penamatnya..akhir kalam, bait-bait puisi sahaja mampu di tulis,mungkin agak pelik pada bacaan kalian tapi itulah yang saya rasa sekarang..

bersimpang siur mehnah menjelma..
menahan kesabaran bagaikan menanti
pelangi bertemu jari..
dengan zikrullah penguat hati
takkan setitis air mata itu berderai bertemu bumi..

seperti bulan bertemu siang..
tetap wujud namun diam tersembunyi..
sudah suratan nasib melanda..
berdiri kelu bersendirian
tanpa ada yang menjadi teman..
tak berdaya menanggungnya
sendirian di kaki ombak…
tanpa Dia,Aku akan lemas bersama dosa..
tanpa Dia,Aku akan derita dan sengsara..
di lautan bergelora…

pasrahlah hati untuk mendapat redhaNya..
rahmat dari Mu sungguh ku harapkan
keampunan Mu amat ku dambakan
agar aku damai bersama rasa yang menggunung
Rindu dan cinta pada Rasul Junjungan
dan juga padaMu ya Rabb
tempat ku serah segala cinta ini..

Nota Kaki Cinta

Tatkala Allah sedang berbicara hebat dengan cinta hati..

Mengapa bulan itu menunjukkan diri jika ia seperti malu untuk menemukan hati.. apa maksudmu di sebalik cerita kita. Malumu seperti mahu namun ku tahu, hatimu seperti awan itu..mengintai sahaja dari kejauhan dan membiarkan hati ini terus gundah…

~ by Ns on July 10, 2009.

One Response to “Puisi Rasa”

  1. penyakit muak nak menulis tiba lagi..~

Leave a Reply